“Kalau langsung agresif membuka jaringan fisik tanpa uji pasar dan kolaborasi komunitas, biaya regulasi bisa menekan margin. BSI sebaiknya mengamankan basis nasabah terlebih dulu, baru memperbesar skala,” ujar Noviardi pada Selasa, 17 Februari 2026.
Penguatan Manajemen Risiko Dalam Negeri
Di pasar domestik, BSI menargetkan penambahan dua juta nasabah baru pada tahun ini. Noviardi menilai target tersebut realistis, namun ia menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko pada sektor pembiayaan ritel dan UMKM.
Baca Juga: BTN Resmi SPIN-OFF UUS, BSN Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia
Ia mendorong penggunaan teknologi analitik dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kualitas portofolio secara real-time.
Selain aspek profit, Noviardi juga menyoroti pentingnya diversifikasi pada ekosistem industri halal dan transparansi kontribusi sosial. “Ke depan, bukan hanya laba yang harus transparan, tapi juga kontribusi sosial dan keberlanjutan,” tambahnya.
Jika BSI mampu mengeksekusi ekspansi secara adaptif, memperkuat talenta global, serta meningkatkan transparansi kinerja non-keuangan, Noviardi optimistis peluang BSI menjadi pemimpin regional perbankan syariah akan terbuka lebar. (*)






