URBANCITY.CO.ID – Industri perhiasan dalam negeri kian menunjukkan taringnya di pasar internasional. Tak sekadar komoditas, produk perhiasan Indonesia kini bertransformasi menjadi representasi identitas budaya dan inovasi desain yang diminati kolektor global.
Tren handmade dan sustainable jewellery menjadi angin segar bagi para perajin lokal. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons peluang ini dengan memperluas akses promosi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Salah satu langkah konkretnya adalah fasilitasi dalam ajang bergengsi Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center pertengahan Februari lalu.
Lonjakan Ekspor yang Signifikan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat performa luar biasa pada sektor ini. Nilai ekspor kumulatif perhiasan dan barang berharga periode Januari hingga November 2025 menyentuh angka USD 8,4 miliar.
Baca Juga: Peluang IKM Batik Rebut Pasar Seragam Haji Indonesia Terbuka Lebar
Angka ini meroket 65,29 persen jika dibandingkan dengan capaian sepanjang tahun 2024 yang hanya sebesar USD 5,5 miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem industri ini, mulai dari sisi produksi hingga penetrasi pasar ekspor.
Agus menungkapkan, Kementerian Perindustrian akan terus mengupayakan program dan kebijakan strategis yang mendukung pelaku industri perhiasan nasional melalui perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas, serta pengembangan ekspor.
“Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia di tengah dinamika pasar global,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Februari 2026.




