Baca Juga: Elnusa Pacu Eksplorasi Migas di Timur Indonesia dengan Teknologi Seismik
Direktur SCU, Didik Purwanto, mengungkapkan bahwa ruang lingkup Nota Kesepahaman ini menunjukkan kesiapan SCU dalam menghadirkan solusi teknologi AI & Machine Learning (ML) di industri migas khususnya di Pertamina group secara lebih cepat.
“Industri energi yang saat ini masih berlomba melakukan transformasi digital secara lebih masif, tentunya akan memberikan nilai tambah, jika kita memiliki kemampuan untuk mengekstrak insight data secara cepat dan akurat, melalui implementasi teknologi AI,” ujarnya.
Sr. Director Energy Sector FPT Indonesia, Abdul Mutalib Masdar, menyampaikan bahwa cakupan solusi serta pengalaman FPT Software Indonesia dalam inovasi AI dan transformasi digital diharapkan dapat dikembangkan bersama SCU untuk menjawab tantangan teknologi bisnis di industri migas.
Ia menambahkan, kolaborasi ini juga membuka peluang penerapan solusi AI yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga di seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia.
Baca Juga: Laba Bersih Elnusa Rp713,67 Miliar di 2024, Naik 42% dari Tahun Lalu
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat agenda digitalisasi dan penetrasi pasar bagi SCU, meningkatkan daya saing, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi layanan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri yang berkembang.
SCU melihat kemitraan ini sebagai peluang strategis untuk memperluas kapabilitas teknologi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan lanskap industri yang didorong inovasi digital.






