Sebagai bagian penguatan, Elnusa mengadakan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes dengan daya tahan panjang, didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas tinggi untuk survei simultan, mengoptimalkan sumber daya untuk seismik 2D dan 3D.
Baca Juga: Laba Bersih Elnusa Rp713,67 Miliar di 2024, Naik 42% dari Tahun Lalu
Teknologi nodal ini menjawab tantangan geologi, medan, dan akses di Indonesia Timur. Sistem besar untuk survei 3D luas, sistem portabel untuk 2D, pengujian, dan survei awal di wilayah kompleks.
Melalui teknologi ini, Elnusa menargetkan kualitas data densitas tinggi, percepatan akuisisi, dan efisiensi biaya. Akselerasi dari akuisisi hingga interpretasi mendorong keputusan eksplorasi cepat, akurat, dan bernilai tambah.
Dengan penguatan sejak awal 2026, Elnusa menegaskan peran sebagai mitra strategis energi nasional yang mengedepankan keandalan, keselamatan, dan teknologi. Ini kontribusi nyata untuk keberlanjutan eksplorasi migas, khususnya di Timur Indonesia.
Ke depan, Elnusa akan menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi untuk solusi kompetitif, adaptif, dan jangka panjang mendukung ketahanan energi Indonesia. (*)






