URBANCITY.CO.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan selama 2020-2023, Kementerian BUMN sudah menyelesaikan 81 dari 88 proyek strategis Kementerian BUMN atau 92 persen.
Hal itu dinyatakan Erick dalam Forum Group Discussion (FDG) Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN dengan Komisi VI DPR di Sanur, Bali, akhir pekan lalu (3/8/2024).
Karena selesainya puluhan proyek strategis itu, pendapatan BUMN pun melejit dan mampu menyetor deviden di atas target kepada negara.
“Pandangan, opini, sokongan, bahkan kritik membangun yang disampaikan para wakil rakyat, terutama Komisi VI DPR, berandil besar terhadap kinerja Kementerian BUMN yang mampu melampaui target pemberian deviden kepada negara,” kata Erick seperti dikutip keterangan resmi Kementerian BUMN kemarin (5/8/2024).
Baca juga: Politisi PAN Eko Patrio Sebut BUMN Dibawah Erick Thohir yang Terbaik
Sejak ditunjuk memimpin Kementerian BUMN tahun 2019, Erick menyatakan DPR telah menjadi mitra yang sangat efektif dan konstruktif, sehingga agenda transformasi BUMN bisa berjalan dengan baik.
Ia juga menyebut peran stake holder lain seperti kementerian/lembaga, pihak swasta, partner luar negeri, dan UMKM yang sudah menjadi bagian dari ekosistem BUMN.
Erick menyatakan, selama 2020-2023 penerimaan yang diperoleh Kementerian BUMN melejit dari Rp1.930 triliun pada 2020 menjadi Rp2.933 triliun pada 2023.
Sementara laba bersih yang berhasil diperoleh BUMN dalam periode yang sama meroket dari Rp13 triliun pada 2020 menjadi Rp327 triliun pada 2023, atau sekitar 2.415-an persen!