Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Tergambar dari Survei BI Ini
Hujan Meteor Lyrid (22–23 April 2026)
Salah satu atraksi yang paling dinanti adalah hujan meteor Lyrid. Fenomena ini merupakan salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah manusia, bahkan telah diobservasi oleh astronom Tiongkok sejak 2.500 tahun lalu.
Hujan bola api ini berasal dari puing-puing komet C/1861 G1 (Thatcher). Pada puncaknya yang jatuh pada 22-23 April 2026, pengamat di belahan Bumi utara maupun selatan diperkirakan dapat melihat hingga 18 meteor per jam melesat di langit malam.
Konjungsi Planet Jupiter dan Venus
Selain tiga fenomena utama di atas, langit April juga akan menampilkan “pertemuan” antar benda langit. Pada 18 atau 19 April, Bulan Sabit akan terlihat berdekatan dengan Venus.
Tak lama kemudian, pada 22 April, giliran raksasa gas Jupiter yang akan bersanding dengan Bulan saat memasuki fase Kuartal Pertama.
Pastikan Anda mencari lokasi dengan polusi cahaya minim untuk mendapatkan pengalaman pengamatan terbaik sepanjang bulan April 2026 ini. (*)






