Dukungan PFN dan Sinopsis Singkat
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen, menyebut proyek ini sebagai salah satu pionir penggunaan virtual production di Asia Tenggara.
Sejak awal PFN memutuskan terlibat dalam proyek ini karena melihat potensi ceritanya yang kuat dan inspiratif.
Film ini tidak hanya menghadirkan banyak pesan moral bagi anak-anak, tetapi juga memanfaatkan teknologi seperti extended reality dan virtual production yang menjadi salah satu yang pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
“Kami berharap film ini dapat menjadi angin segar bagi perkembangan industri film nasional,” tutur Ifan.
Baca Juga: Film “Alas Roban” Kisah Urban Legend Jalan Paling Melegenda
Pelangi di Mars mengikuti kisah Pelangi (12 tahun), gadis yang lahir di planet merah setelah Bumi krisis air.
Bersama robot bernama Batik, ia mencari mineral langka Zeolith Omega demi menyelamatkan umat manusia. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 18 Maret 2026. (*)






