Menurut Upie, skala produksi film ini melibatkan ratusan kru yang bekerja dengan satu visi yang sama, yaitu menghadirkan film anak yang mampu membangkitkan mimpi dan imajinasi.
“Saya merasa terharu melihat kerja keras ratusan kru akhirnya bisa terwujud di layar lebar. Semoga film ini mengajarkan bahwa usaha keras untuk meraih mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan sia-sia,” kata Upie.
Setelah pemutaran perdana, banyak penonton mengapresiasi kualitas teknis dan penceritaan film ini. Sejumlah tamu bahkan menyebut film tersebut sebagai salah satu tonggak baru dalam perkembangan sinema Indonesia, khususnya untuk film keluarga.
Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran. Kehadirannya diharapkan menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan bahwa industri film nasional mampu menghadirkan karya dengan skala produksi besar dan imajinasi yang luas.






