URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan bergerak cepat mengamankan peluang ekspor pasca-pameran desain terbesar dunia.
Bersama Italian Chamber of Commerce for South East Asia (CCISEA), ITPC Milan menggelar Post-Event Coffee Break Salone del Mobile 2026 di Italia, Rabu (29/4/2026).
Langkah strategis ini bertujuan menindaklanjuti ketertarikan para buyer global terhadap produk furnitur nasional yang sebelumnya unjuk gigi di ajang Salone del Mobile dan Salone Satellite 2026 pada pertengahan April lalu.
Menjaga Momentum Transaksi Ekspor
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kunci untuk mengubah minat menjadi kontrak dagang yang nyata.
Baca Juga: Produk Furnitur Indonesia Raup Transaksi Rp12,64 Miliar di Pameran Budapest
“Kami ingin memastikan ketertarikan para buyer selama pameran dapat segera berlanjut menjadi transaksi ekspor berkelanjutan. Pertemuan kali ini sekaligus untuk menunjukkan kesiapan produk furnitur Indonesia dalam memenuhi standar pasar global,” ujar Puntodewi.
Kepala ITPC Milan, Seno Pratomo, menambahkan bahwa produk yang dikurasi tidak hanya menonjol secara estetika, tetapi juga mengedepankan inovasi dan keberlanjutan (sustainability), termasuk penggunaan biomaterial berbasis limbah kopi.
Filosofi “Beyond Making” dan Inovasi Material
Dalam sesi diskusi bertajuk “Beyond Making”, sejumlah jenama ternama seperti Vivere, Bika Living x DuAnyam, dan Box Living memukau para pelaku industri Italia.




