URBANCITY.CO.ID – Langkah pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus terhenti lebih awal dalam balapan Moto3 Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Senin dini hari, 30 Maret 2026.
Veda gagal membawa pulang poin setelah mengalami insiden jatuh pada putaran keempat saat tengah bersaing ketat di posisi keenam.
Kegagalan ini cukup menyesakkan mengingat performa pebalap asal Wonosari, Gunungkidul, tersebut sedang berada di level kompetitif.
Veda sempat mencatatkan waktu putaran (lap time) terbaik dan menempel ketat grup terdepan. Padahal, ia datang dengan modal positif setelah finis kelima di Thailand dan menyabet podium ketiga di Brasil pada seri sebelumnya.
Baca Juga: Dongkrak Balap Nasional: MGPA Padukan GT World Challenge Asia dan Mandalika Festival of Speed
“Tentu saja saya kecewa karena saya pikir hari ini kami memiliki kesempatan yang bagus. Tetapi insiden ini juga menjadi bagian dari pembelajaran dan pengalaman,” ujar pebalap berusia 17 tahun tersebut usai balapan.
Evaluasi Menuju Seri Eropa
Meski terpukul dengan hasil di Austin, Veda mencoba tetap optimistis menatap rangkaian balapan selanjutnya. Ia menganggap kecelakaan di COTA sebagai modal mental untuk menghadapi ketatnya persaingan di benua biru.
“Saya menerima ini sebagai pelajaran penting untuk kembali lebih kuat di Jerez,” tutur Veda.
Akibat gagal finis di Moto3 Amerika Serikat 2026, posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara kejuaraan dunia merosot ke peringkat ketujuh dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles yang telah mengantongi 65 poin.




