Sinergi Strategis 3C
HIPPI, yang memiliki jaringan di 22 provinsi dengan 8.000 anggota aktif—di mana hampir separuhnya bergerak di sektor kreatif—menyambut baik visi tersebut. Ketua Umum HIPPI, Erik Hidayat, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi agar pelaku UMKM kreatif dapat “naik kelas”.
Baca Juga: Orkestrasi Ruang Publik: Menteri Ekraf Jadikan Taman Kota Jantung Baru Ekonomi Kreatif
“Jika sumber daya alam bisa habis, kreativitas tidak akan pernah habis. Karena itu kami ingin melihat ekonomi kreatif berkembang secara berkelanjutan di Indonesia. HIPPI siap berkolaborasi dan membuat program bersama agar pelaku UMKM kreatif semakin kuat dan naik kelas,” ujar Erik.
Senada dengan Erik, Ketua Bidang Ekraf dan Digital HIPPI, Joshua P.M. Simanjuntak, memaparkan kerangka kolaborasi “3C” (Competency, Connectivity, Commercialization). Kerangka ini dirancang untuk menjembatani pelaku usaha dari hulu hingga hilir.
“Kami hadir untuk berselaras dengan visi pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth. Banyak usaha anggota kami berbasis kekayaan intelektual yang perlu diberi nilai tambah agar terkonversi menjadi nilai ekonomi. Melalui pendekatan hexahelix, kami ingin menjembatani hulu hingga hilir,” sambung Joshua.
Sinergi antara Kementerian Ekraf dan HIPPI ini diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. (*)






