Ekspo kali ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus ternama, seperti UNS, UGM, Undip, UMY, dan UMS.
Baca Juga: Kemendag Kick-off CAEXPO 2026: Indonesia Incar Peluang Ekspor dan Investasi AI di Tiongkok
Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari kuliner dan fesyen hingga inovasi teknologi seperti paving block dari limbah abu ampas tebu karya mahasiswa UNS.
Jembatan Menuju Ritel Modern
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Irwan Trinugroho, menyambut positif langkah Kemendag.
Menurutnya, program ini menjadi instrumen strategis untuk menambah rasio wirausaha muda di Indonesia yang masih tertinggal dibanding negara maju.
Manfaat nyata dirasakan langsung oleh para peserta. Jasmine, pemilik usaha peralatan dapur kayu “Arsadaya”, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah bertemu dengan para pengusaha ritel modern dalam ajang ini.
Baca Juga: Kemendag Perkuat Ekosistem Desa BISA Ekspor di Sulawesi Selatan: Kakao dan Nilam Go International
“Banyak wawasan baru yang kami dapatkan terkait kualitas produk, penguatan brand, dan strategi pemasaran. Senang banget bisa bertemu banyak orang inspiratif dan mendapatkan pengalaman baru,” tutur Jasmine.
Senada dengan Jasmine, Marsha dari “Pramana Craft” asal Magelang menilai ekspo ini menjadi ajang penting untuk melatih kemampuan negosiasi business to business (B2B).
Melalui skema Campuspreneur, Kemendag berharap lahir generasi pengusaha tangguh yang mampu menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang kian fluktuatif. (*)




