Rute domestik ke wilayah Sumatera dan Kalimantan seperti Jakarta–Padang, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Balikpapan diprediksi menjadi jalur paling sibuk.
Baca Juga: Garuda Indonesia Buka Kantor Penjualan Baru di Gedung BUMN: Mudahkan Layanan Tiket Tatap Muka
Sementara di lini internasional, permintaan tinggi diperkirakan terjadi pada rute menuju Singapura, Jeddah, Madinah, serta Tokyo.
Stimulus Pemerintah dan Potongan Harga
Kabar baik bagi calon pemudik, harga tiket ekonomi domestik dipastikan lebih terjangkau berkat stimulus pemerintah yang berlaku sejak 10 Februari 2026.
Kebijakan ini mencakup PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen, penyesuaian biaya jasa penumpang (Passenger Service Charge), hingga kebijakan fuel surcharge.
Kombinasi stimulus tersebut diproyeksikan memberikan potongan harga tiket di kisaran 13 hingga 18 persen. Dani menegaskan, meski ada kebijakan stimulus, Garuda tetap patuh pada regulasi Tarif Batas Atas (TBA).
Baca Juga: Sinergi Ramadhan: Garuda Indonesia Kelola Katering dan Akomodasi di Masjid Istiqlal
“Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutur Dani.
Kesiapan Armada dan Operasional
Secara teknis, Garuda Indonesia Group menyiagakan total 101 armada pesawat. Garuda mengoperasikan 60 pesawat yang terdiri dari jenis Boeing 777-300ER hingga Airbus A330 Series. Adapun Citilink mengandalkan 41 pesawat, mayoritas jenis Airbus A320.






