URBANCITY.CO.ID – Di balik keriuhan kawasan Pecinan Jakarta menyambut Tahun Baru Imlek, terselip cerita tentang energi gas bumi yang mengalir senyap namun krusial.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, memastikan api di dapur Vihara Avalokitesvara tetap menyala stabil guna mendukung aktivitas spiritual dan sosial umat di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Sejak tahun 2015, vihara bersejarah ini telah mengandalkan layanan gas bumi untuk operasional kesehariannya. Dengan rata-rata pemakaian 150–200 meter kubik per bulan, energi bersih ini menjadi tulang punggung aktivitas dapur yang melayani para suhu hingga ratusan jemaat saat hari besar keagamaan.
“Biasanya kami gunakan untuk memasak tiga kali sehari bagi para suhu dan karyawan. Saat hari sembahyang atau kebaktian, jumlahnya bisa mencapai 300–350 porsi,” ungkap Wiwit, salah satu juru masak Vihara Avalokitesvara.
Baca Juga: Napas Baru di Muara Karang: PGN Poles Infrastruktur Energi Jakarta
Efisiensi untuk Rumah Ibadah
PGN menegaskan bahwa layanan gas bumi tidak hanya menyasar sektor industri dan rumah tangga komersial, tetapi juga institusi sosial dan keagamaan.
Keunggulan gas bumi yang mengalir nonstop 24 jam memberikan kepastian bagi pengelola vihara dalam menyiapkan ritual tanpa perlu khawatir kehabisan bahan bakar di tengah prosesi.
Area Head PGN Jakarta, Mohammad Makki Nuruddin, menyatakan bahwa kehadiran PGN di rumah ibadah adalah bentuk dukungan terhadap kekhidmatan masyarakat dalam beribadah.
“Kehadiran gas bumi di Vihara Avalokitesvara merupakan wujud dukungan kami terhadap kekhidmatan masyarakat dalam beribadah. Kami berharap, gas bumi dapat membantu pengelolaan energi yang lebih efisien dan optimal bagi pengelola vihara, sehingga seluruh ritual maupun kegiatan sosial keagamaan dapat berjalan lancar,” ujar Makki.




