URBANCITY.CO.ID – Gebrakan bunga untuk ibu-Ibu Mekaar, cara Ara ungkit kesejahteraan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menteri PKP Maruarar Sirait merangkul BRI dan PNM. Menyiapkan kado penurunan bunga kredit usaha bagi penghuni rumah subsidi di Sumedang.
Ruang kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta mendadak riuh pada Senin, 9 Februari lalu. Kedatangan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi membawa misi khusus, menyinkronkan urusan papan dengan isi piring nasi melalui skema pembiayaan mikro.
Fokus pembicaraan tertuju pada nasib ibu-ibu nasabah PNM Mekaar yang menghuni rumah subsidi. Maruarar, yang akrab disapa Ara, ingin memastikan warga tak sekadar punya atap, tapi juga berdaya secara ekonomi. Ia membidik penurunan suku bunga kredit bagi para pengusaha mikro di lingkungan perumahan rakyat tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut BRI yang sudah membantu masyarakat lewat perumahan subsidi. Naik 100 persen dari 16 ribu unit di tahun 2024 menjadi 32 ribu unit di tahun 2025. Ini bukti nyata keberpihakan perbankan untuk rakyat kecil,” ujar Menteri Ara.
Baca Juga: Kementerian PKP Tinjau Cepat Perumahan Subsidi Terdampak Banjir di Bekasi
Data PNM per Februari 2026 mencatat ada 16,2 juta nasabah aktif Mekaar yang tersebar di pelosok nusantara. Angka raksasa ini menjadi pasar sekaligus subjek pemberdayaan yang strategis. Ara menjanjikan sebuah “kejutan” yang akan diumumkan di Sumedang, Jawa Barat, pada pengujung pekan ini.




