Salah satu armada, KMP Ranaka yang tengah berlayar di rute Bitung–Tobelo, sempat berada pada radius 65 mil dari pusat gempa.
Baca Juga: Fase Krusial Arus Balik: 444 Ribu Pemudik Sumatera Kembali ke Jawa, ASDP Siaga Puncak Kedua
Namun, nakhoda melaporkan operasional tetap terkendali dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran.
Ternate Terapkan WFH bagi Karyawan Non-Operasional
Kondisi serupa dilaporkan dari Maluku Utara. General Manager ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, mengonfirmasi bahwa Pelabuhan Bastiong, Rum, dan Sidangole tetap melayani penumpang dan logistik secara optimal.
Lintasan padat seperti Bitung–Ternate yang didukung KMP Dalente Woba dan KMP Portlink VIII pun tetap beroperasi sesuai jadwal.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan, manajemen ASDP Ternate mengambil kebijakan khusus bagi staf administratif.
Baca Juga: Nadi Ekonomi Maluku-Sultra: ASDP Operasikan Layanan 24 Jam di Jalur Mudik Timur
“Sebagai langkah antisipatif terhadap gempa susulan, kami menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi karyawan non-operasional. Namun layanan operasional tetap berjalan penuh guna memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi,” jelas Mushar.
Hingga saat ini, ASDP terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan informasi dari BMKG.
Meski situasi terkendali, seluruh awak kapal dan petugas darat diinstruksikan untuk tetap dalam status waspada tinggi guna menjamin konektivitas antarwilayah di tengah ancaman bencana alam. (*)






