URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mulai melakukan pengeboran pengembangan dua sumur sisipan (infill) di Lapangan Kerindingan, lepas pantai Selat Makassar.
Proyek yang berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026 ini merupakan strategi perusahaan dalam mengelola lapangan tua (mature field) guna menahan laju penurunan produksi migas nasional.
Langkah ini diambil untuk menguras sisa cadangan hidrokarbon yang masih tersimpan di struktur reservoir lapangan yang telah beroperasi selama hampir lima dekade tersebut.
Lapangan Kerindingan sendiri merupakan aset vital di Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT yang pertama kali ditemukan pada 1972 dan mulai berproduksi sejak 1976.
General Manager PHKT, Darmapala, menyatakan bahwa investasi pada kegiatan eksploitasi ini sangat krusial untuk mempertahankan performa lapangan-lapangan matang.
Baca Juga: Produksi Minyak PEP Limau Field Tembus 5.102 BOPD: Sukses Bor Sumur Baru di Tanjung Miring Barat
“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” ujar Darmapala dalam keterangan tertulisnya.
Membidik Cadangan di Puncak Reservoir
Pengeboran sumur infill atau sumur tambahan di antara titik pengeboran lama ini bertujuan meningkatkan tingkat perolehan (recovery rate).
Fokus pengembangan kali ini diarahkan untuk menyedot cadangan di bagian puncak struktur reservoir yang sebelumnya belum terjangkau oleh sumur-sumur eksis.




