Darmapala menjelaskan, rencana pengeboran dua sumur ini merupakan kelanjutan dari hasil positif pengeboran sebelumnya.
Hingga Juli 2025, tercatat 34 sumur telah dibor di Lapangan Kerindingan dengan akumulasi produksi yang signifikan bagi perusahaan.
Baca Juga: Pertamina Drilling Raih Best Collaboration Excellence 2026, Perkuat Sinergi Hulu Migas Nasional
“Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya,” jelasnya.
Visi Ketahanan Energi Nasional
Melalui pendekatan teknis berbasis data, PHKT optimistis pengembangan sumur baru ini mampu memperkuat kontribusi Lapangan Kerindingan terhadap performa perusahaan sepanjang tahun 2026.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa lapangan tua masih memiliki potensi ekonomis jika dikelola dengan teknologi dan efisiensi yang tepat.
Darmapala menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengoptimalkan aset-aset matang demi menjaga ketersediaan energi dalam negeri.
“PHKT berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi migas pada lapangan mature sejalan dengan visi dan misi Perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya. (*)






