Di sisi lain, Kemenpar meminta agen perjalanan daring atau Online Travel Agent (OTA) untuk bersikap transparan dalam menyajikan informasi harga tiket kepada publik.
Ketepatan informasi dinilai krusial agar tidak muncul kegaduhan di tengah masyarakat yang sedang merencanakan mudik dan liburan.
“Jika terdapat kondisi di lapangan, kami berharap hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diklarifikasi sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” tegas Made.
Baca Juga: Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Timur Tengah: Fokus Bidik Wisman Asia dan Pasifik
Melalui kampanye “Bangga Berwisata di Indonesia”, pemerintah berharap masyarakat lebih memilih mengeksplorasi destinasi domestik.
Dengan kombinasi harga tiket yang lebih terjangkau dan paket wisata yang variatif, sektor pariwisata diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang tangguh selama periode libur panjang tahun ini. (*)






