Kecepatan ini, lanjut Tito, didorong oleh kesiapan data korban by name by address yang akurat dari pemerintah daerah, yang kemudian divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Data yang presisi tersebut memangkas birokrasi dalam penyaluran bantuan dan pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Baca Juga: Kementerian PKP Ubah Kawasan Kumuh Desa Parit Baru: Proyek Rp 7,33 Miliar Rampung Maret Ini
Paket Bantuan Pemulihan Ekonomi
Selain hunian fisik, pemerintah juga mengucurkan sejumlah bantuan stimulan untuk menyokong ekonomi warga selama masa transisi. Paket bantuan tersebut meliputi:
- Dana Tunggu Hunian (DTH): Rp1,8 juta untuk durasi tiga bulan.
- Jaminan Hidup (Jadup): Rp15.000 per orang per hari dari Kementerian Sosial.
- Bantuan Perabotan: Rp3 juta per kepala keluarga.
- Stimulan Ekonomi: Rp5 juta untuk modal usaha.
Keberhasilan di Tapanuli Selatan ini diharapkan menjadi pilot project atau percontohan bagi daerah lain di Sumatera yang juga rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Sinergi antara pusat dan daerah terbukti mampu memulihkan kehidupan masyarakat secara normal dalam waktu yang relatif singkat. (*)






