Upaya ini merupakan bagian dari sistem Knowledge Management perusahaan. Tujuannya adalah mendokumentasikan serta mengadopsi praktik terbaik (best practices) pengeboran kelas dunia untuk kemudian diimplementasikan di dalam negeri.
Membangun Ekosistem Pembelajaran
Manager Organization & Quality Management Pertamina Drilling, Riyan Tamara, menambahkan bahwa kehadiran timnya di Osaka bukan sekadar seremonial.
“Kehadiran kami di Osaka lebih dari sekadar partisipasi, melainkan upaya proaktif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan,” kata Riyan.
Menurutnya, Pertamina Drilling sadar betul akan meningkatnya tuntutan pasar global terhadap energi ramah lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Drilling Raih Best Collaboration Excellence 2026, Perkuat Sinergi Hulu Migas Nasional
“Seiring meningkatnya tuntutan energi ramah lingkungan, kami terus berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga aman dan berorientasi masa depan melalui pengelolaan pengetahuan yang terstruktur,” tambahnya.
Melalui debut di Osaka ini, Pertamina Drilling mengirimkan pesan kuat kepada industri energi internasional bahwa perusahaan pelat merah Indonesia siap berkontribusi dalam menciptakan masa depan energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. (*)






