“Kita harus fair dan memahami kondisi fleksibilitas bisnis ini. Orang yang memang full time dengan yang part-time itu harusnya berbeda. Karena model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” kata Yassierli pada 27 Februari.
Baca juga: Dubes Iran Buka Suara Soal Desakan Indonesia Keluar dari Board of Peace Donald Trump
Rincian BHR Grab 2026: Kenaikan Tiga Kali Lipat di Nominal Terendah
Peningkatan anggaran Grab tahun ini membuat struktur BHR 2026 jauh lebih progresif. Program dibagi ke dalam tujuh kategori untuk Mitra Roda Dua dan Roda Empat, berbasis tingkat produktivitas.
- GrabBike tertinggi: hingga Rp850.000
- GrabCar tertinggi: hingga Rp1.600.000
- Kategori terendah naik tiga kali lipat:
- GrabBike: Rp150.000
- GrabCar: Rp200.000
Penyaluran dilakukan paling lambat H-7 Idul Fitri, dan seluruh mitra dapat memantau status melalui aplikasi GrabDriver secara transparan.
Skema disusun menggunakan indikator produktivitas, termasuk volume order, konsistensi performa, dan kualitas layanan. Dengan ekosistem gig economy yang sangat dinamis, Grab menegaskan bahwa pendekatan proporsional diperlukan agar apresiasi tetap tepat sasaran.
Baca juga: Kriya Nusantara Expo 2026: Menteri Maruarar Sirait Janjikan Bantuan DP Rumah untuk 100 Pelaku UMKM
Ekosistem Gig Economy yang Inklusif
Data internal Grab menunjukkan dinamika partisipasi mitra:
- Total mitra terdaftar: 3,7 juta
- Rata-rata mitra pengguna aktif bulanan: 700.000–800.000
- Mitra perempuan aktif: 182.500, termasuk banyak ibu tunggal
- Mitra penyandang disabilitas: 700 lebih
Karakter fleksibel ini, kata Neneng, menjadikan BHR sebagai bentuk penghargaan berbasis kontribusi aktual.




