URBANCITY.CO.ID – Ikon penginapan di jantung Malioboro memasuki babak baru. Grand Inna Malioboro resmi bersalin rupa menjadi Grand Hotel De Djokja.
Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan upaya ambisius InJourney Hospitality (PT Hotel Indonesia Natour) untuk menghidupkan kembali identitas historis hotel bintang lima tersebut dengan tajuk “Heritage Legacy, Timeless Luxury”.
Bangunan yang berdiri sejak 1911 ini memiliki rekam jejak panjang sebagai saksi bisu sejarah Yogyakarta.
Sempat menyandang nama Hotel Asahi, Hotel Merdeka, hingga Grand Inna Malioboro, kini identitas lawasnya dipulihkan sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah arsitektur kolonial yang dipadukan dengan estetika Jawa.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyatakan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan.
Baca Juga: Ramadan di Pesisir Surabaya: Grand Inna Tunjungan dan Nelayan Wisata Masak Bareng di Pantai
“Melalui inisiatif strategis The Heritage Collection, kami berupaya mengembalikan keagungan masa lalunya dengan menghadirkan pengalaman baru yang memadukan heritage dan modern luxury, tanpa menghilangkan nilai-nilai autentik bangunan ini,” ujar Christine dalam keterangan resminya.
Menjaga Autentisitas di Tengah Modernitas
Proses revitalisasi hotel ini tidak hanya menyasar pemugaran fisik, tetapi juga memperkuat narasi kultural.
Pihak manajemen memastikan elemen historis bangunan tetap dipertahankan guna memberikan atmosfer kemewahan kontemporer yang sarat akan nilai sejarah.




