General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menekankan bahwa misi utama mereka adalah memberikan pengalaman menginap yang bermakna bagi tamu lokal maupun mancanegara.
“Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekedar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” kata Andreas.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia, sekaligus membuktikan bahwa bangunan cagar budaya mampu bersaing dalam industri perhotelan modern jika dikelola dengan sentuhan operational excellence.
Baca Juga: HUT ke-61 Grand Inna Samudra Beach: Dari Tanam Terumbu Karang hingga Layanan Prima
Momentum Mudik dan ‘Soft Opening’
Grand Hotel De Djokja dijadwalkan mulai menyambut tamu pada fase soft opening tanggal 16 Maret 2026. Menariknya, hotel ini menawarkan tarif kamar spesial sebesar Rp1.911.000 nett per malam untuk tipe Deluxe—angka yang diambil dari tahun pertama hotel ini didirikan.
Momentum pembukaan ini dirasa tepat karena bertepatan dengan awal musim libur Idulfitri 1447 H. Kehadiran kembali hotel legendaris ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan yang merindukan nostalgia kemewahan di pusat Kota Yogyakarta.
Dengan pelayanan kelas dunia, Grand Hotel De Djokja siap menegaskan kembali posisinya sebagai ikon abadi Malioboro. (*)






