Baca Juga: Produksi Migas dan EBT Seimbang, Ketahanan Energi NKRI 2026 Terjaga
Ekspansi internasional pun dilakukan melalui subholding Pertamina New & Renewable Energy pada perusahaan Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), yang menyumbang kapasitas tenaga surya sebesar 669,3 MW.
Pemberdayaan Masyarakat Lewat Desa Energi Berdikari
Tak hanya di sektor komersial skala besar, Pertamina turut mendorong pemanfaatan EBT hingga ke tingkat akar rumput melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).
Hingga saat ini, sebanyak 252 desa di seluruh Indonesia telah mengadopsi teknologi panel surya, mikrohidro, hingga biogas.
“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.
Baca Juga: Pertamina NRE Kuasai 20% Saham CREC Filipina, Dorong Energi Terbarukan ASEAN
Integrasi energi bersih ini terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect). Sebanyak 156 lokasi DEB tercatat mampu mendukung ketahanan pangan nasional dengan memproduksi 15,8 ribu ton beras serta 890,4 ton bahan pangan non-beras.
Ke depan, BUMN energi ini berkomitmen memperluas inisiatif energi bersih berbasis pemberdayaan masyarakat.
Fokusnya adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat kemandirian energi baru yang resilien terhadap perubahan iklim sekaligus mampu menekan emisi karbon secara signifikan sesuai target dekarbonisasi nasional. (*)






