Cadangan Energi dan Napas Pendek Pemerintah
Hingga saat ini, pemerintah masih mematok harga Pertalite di angka Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan cadangan BBM nasional masih cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. Namun, Noviardi memperingatkan bahwa “napas” cadangan tersebut sangat terbatas.
Baca Juga: Daftar harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP pada Lebaran 2025
“Stok memang aman dalam jangka pendek, tapi kalau perang berlangsung lebih dari dua atau tiga minggu tanpa de-eskalasi, tekanan fiskal akan cepat membesar,” tutur Noviardi.
Ancaman Inflasi dan Rupiah
Jika harga BBM akhirnya dikoreksi pada akhir Maret atau April mendatang, dampak beruntunnya adalah lonjakan inflasi yang diprediksi mencapai 5 persen serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Defisit anggaran pun terancam melebar melampaui batas aman.
Menurut Noviardi, strategi pemerintah saat ini masih condong menjaga stabilitas daya beli masyarakat sambil memantau perkembangan di Timur Tengah. Namun, opsi kenaikan harga hampir tidak bisa dihindari jika diplomasi internasional gagal meredakan peperangan.
“Kalau konflik tidak mereda hingga akhir Maret, opsi penyesuaian harga BBM hampir tidak bisa dihindari. Pemerintah mungkin akan mempertimbangkan kenaikan harga secara terbatas atau realokasi anggaran agar APBN tidak jebol,” pungkasnya. (*)






