“Indonesia pasti terimbas perang ini. Turbulensi global akibat kenaikan harga minyak dengan nyata berpengaruh pada ekonomi kita,” kata Yossi.
Kerentanan Cadangan Energi Nasional
Selain beban biaya, Indonesia menghadapi masalah krusial pada ketahanan stok. Saat ini, cadangan BBM nasional hanya berkisar 20 hingga 25 hari konsumsi.Angka ini terpaut jauh dari standar ideal internasional yang merekomendasikan cadangan minimal untuk 90 hari.
Baca Juga: Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Saat Lebaran Meski Minyak Dunia Tembus US$ 100
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Mohamad Fadhil Hasan, menyatakan bahwa pemerintah masih dalam tahap mitigasi. Meski stok saat ini diklaim masih aman oleh Pertamina, DEN terus menyiapkan advis kepada Presiden untuk langkah penanggulangan krisis jika pasokan terganggu selama tujuh hari berturut-turut.
Namun, Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo, mengingatkan bahwa kebijakan menahan harga BBM saat ini sebenarnya hanya “menggeser beban” yang suatu saat harus dibayar mahal.
“Asumsi APBN kita 70 dolar per barel, sementara realitas jauh di atas itu. DPR mengapresiasi belum adanya kenaikan harga BBM, tapi ini hanya menggeser beban. Tetap harus ada penyesuaian harga di masa datang,” tegas Sartono.
Perspektif Pertahanan dan Solusi Industri
Dari sudut pandang keamanan, Mayjen TNI Priyanto dari Universitas Pertahanan menyoroti posisi Indonesia sebagai net importir yang sangat bergantung pada stabilitas jalur distribusi global. Gangguan pada pasokan energi dinilai dapat memicu instabilitas sosial yang mengancam pertahanan negara.




