Baca Juga: Pertamina Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Stok Dijamin Aman
Sebagai jalan keluar, para ahli dalam diskusi tersebut mendorong percepatan transisi energi. Yudo Dwinanda Priaadi menyarankan optimalisasi PLTS dan penjajakan PLTN.
Sementara itu, pihak industri seperti Gaikindo dan AISI menyatakan kesiapan mereka untuk mengadopsi bahan bakar nabati seperti E85 jika pasokannya tersedia.
Di sisi lain, hilirisasi batubara melalui gasifikasi menjadi solusi mendesak untuk menekan impor LPG yang terus membengkak. Turino Yulianto dari PT Bukit Asam menyebut potensi batubara nasional yang mencapai 100 miliar ton harus segera diolah di dalam negeri sebagai substitusi energi impor.
Diskusi yang ditutup di tengah suasana hangat Halal Bihalal Lebaran 1447 H ini menghasilkan rekomendasi kuat: pemerintah harus segera membentuk satuan tugas khusus untuk menjaga stabilitas energi dan fiskal sebelum krisis benar-benar meledak di depan pintu. (*)




