Baca Juga: Kinerja PGN 2025: Pendapatan Tembus US$ 3,9 Miliar berkat Ekspansi Infrastruktur dan Efisiensi Biaya
“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
Layanan Bengkel Keliling dan Konversi
Guna mempermudah adopsi teknologi ini, PGN menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) dengan menyediakan layanan bengkel keliling.
Program ini berlangsung hingga 3 April 2026 di Kalimalang, Jakarta Timur, dan akan berlanjut pada 6–10 April 2026 di SPBG Bogor.
Layanan yang ditawarkan meliputi pemeriksaan teknis, perawatan, hingga proses konversi kendaraan ke BBG secara profesional.
Saat ini, melalui anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), dan 1 Mother Station (MS).
Baca Juga: Tembus Daftar TIME: PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik
Fajriyah menekankan bahwa sinergi dengan pemerintah sangat diperlukan untuk memperluas infrastruktur pengisian gas di berbagai wilayah Indonesia.
Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah.
“Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.






