Baca Juga: Berkat Pertamina EP Air Bersih Mengalir, Harapan Bangkit di Aceh Tamiang
“Antusias kami masyarakat setelah mendengar katanya Presiden akan hadir ke mari alhamdulillah kami merasa bahagia, senang karena kami merasa tidak ditinggal. Kami merasa dihargai, kami merasa mendapat spirit untuk kami bisa bangkit walaupun kami sudah terpuruk, tetapi kami sudah bisa bangkit,” tutur Ades dengan nada optimis.
Menurutnya, kehadiran Prabowo menjadi katalisator bagi warga untuk segera berdiri tegak secara mandiri. “Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.
Isak Tangis dan Harapan Sederhana
Sementara itu, Rusnida, salah satu penyintas bencana, tak kuasa membendung air mata saat menceritakan pengalamannya bersua dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Kunjungan ini adalah sesuatu yang tak pernah terbayangkan dalam hidupnya, meski pemicunya adalah sebuah musibah besar.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana
“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucap Rusnida lirih.
Di balik air matanya, ia menitipkan harapan sederhana agar masa depan anak-anak di Aceh Tamiang lebih terjamin. “Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.
Momen Lebaran di huntara ini bukan sekadar seremoni kenegaraan. Bagi warga Aceh Tamiang, kehadiran Presiden Prabowo adalah simbol kedaulatan yang menyentuh akar rumput, membawa pesan kuat bahwa dari reruntuhan duka, harapan baru harus terus dipupuk demi masa depan yang lebih baik. (*)






