“Seolah-olah sila kelima ini diabaikan,” ucapnya. Melalui proyek yang mulai berjalan di Manggarai ini, pemerintah ingin memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Perumahan BRI Tembus Rp3,42 Triliun, Tertinggi di KPP Nasional 2026
Efek Domino bagi Ekonomi Nasional
Selain dimensi sosial, Hashim menekankan bahwa masifnya pembangunan sektor perumahan akan menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat.
Proyek ini diprediksi bakal menghidupkan berbagai rantai pasok industri terkait, mulai dari bahan bangunan hingga peralatan rumah tangga.
“Sekarang, dengan program yang kita saksikan hari ini, kita wujudkan hari ini. Kita mulai hari ini menuju sila kelima, supaya rakyat kita betul-betul merasakan manfaat nyata daripada kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara,” ujar Hashim.
Industri semen, besi, kayu, hingga sektor mebel dan kabel listrik diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar seiring dengan percepatan program ini.
Dengan integrasi kebijakan perumahan yang inklusif, pemerintah optimistis target penyediaan hunian layak sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai secara beriringan. (*)






