Di Indonesia, proyeksi menunjukkan permintaan energi tumbuh 5 persen per tahun hingga 2034, didominasi migas dan batu bara, walau energi baru terbarukan naik.
Baca Juga: Gantikan BBM dengan Gas, Pertamina Drilling Terapkan Green Drilling
“Ini menegaskan bahwa perusahaan jasa migas harus adaptif, mampu menjawab kebutuhan energi hari ini sekaligus menyiapkan diri menghadapi masa depan,” ujar Avep.
Pertamina Drilling kini mengelola 57 rig: 53 onshore, dua jack-up offshore, dan dua workover offshore di perairan Jawa-Sumatera. Mereka aliansi dengan ADES dari Timur Tengah, operasikan dua jack-up konsorsium, termasuk di Natuna.
Armada penunjangnya lebih dari 110 unit, dari directional drilling hingga cementing. Avep targetkan jadi penyedia jasa kelas dunia via one-stop solution berbasis integrated project management.
“Dengan pengalaman belasan tahun di onshore, Pertamina Drilling merupakan salah satu pemilik armada rig onshore terbesar di Asia Tenggara dan beroperasi dari Sumatera hingga Papua,” kata Avep.
Baca Juga: Pertamina Drilling Adopsi Digitalisasi Berbasis AI Untuk Kegiatan Operasional
Perusahaan ekspansi ke Malaysia, Timor Leste, dan jajaki Timur Tengah-Afrika. Forum dihadiri pimpinan Subholding Upstream Pertamina, seperti Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi Mery Luciawaty, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PHE Eri Sulistyo Sutikno, serta Direktur Utama PT Elnusa Tbk Litta Indriya Ariesca.
Forum ini menegaskan komitmen Pertamina Drilling kuatkan upstream excellence, dukung swasembada energi, dan ambil peran aktif dalam transisi energi berkelanjutan. (*)






