Komisaris Independen Jasa Marga, Rudi Antariksawan, menambahkan bahwa keberhasilan Jasa Marga sebagai operator terbesar merupakan hasil kolaborasi yang dilandasi nilai spiritualitas. “Setiap keputusan strategis hendaknya senantiasa dilandasi nilai spiritualitas dan moral,” ucap Rudi.
Keseimbangan Profesionalisme dan Spiritualitas
Peringatan HUT ke-48 ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Wijayanto. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara profesionalisme kerja dengan nilai ibadah. Hal ini sejalan dengan budaya perusahaan yang ingin memperkuat integritas dan amanah dalam melayani publik.
Baca Juga: Jasa Marga Laporkan 1,6 juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta saat Mudik Lebaran 2025
Sebagai bentuk syukur dan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Jasa Marga menyalurkan paket sembako bagi warga sekitar kantor pusat serta santunan bagi ratusan anak yatim dari wilayah Kelurahan Dukuh, Kampung Makassar, dan Ragunan.
Melalui perayaan yang sarat nilai religius ini, Jasa Marga menegaskan kesiapannya sebagai penggerak utama konektivitas nasional.
Perseroan berkomitmen untuk terus berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi bangsa sembari menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. (*)






