URBANCITY.CO.ID – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menandai usia ke-48 pada 1 Maret 2026 dengan mengusung paradigma baru dalam pengelolaan jalan tol.
Perusahaan pelat merah ini resmi memulai transformasi dari Infra as Structure menjadi Infra as Culture, sebuah langkah yang menggeser fokus infrastruktur fisik menuju penguatan budaya layanan dan pengalaman pelanggan.
Saat ini, Jasa Marga mengelola total 1.736 kilometer ruas tol konsesi, dengan 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi penuh.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa momentum ulang tahun ini merupakan titik balik untuk mempertegas peran perusahaan sebagai penggerak konektivitas nasional yang humanis.
Baca Juga: Jasa Marga Laporkan 1,6 juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta saat Mudik Lebaran 2025
“Peringatan HUT ke-48 sekaligus menjadi momentum refleksi bagi Jasa Marga untuk terus memperkuat perilaku layanan melayani sepenuh hati, sehingga menghadirkan cerita perjalanan penuh arti serta mempertegas peran Jasa Marga sebagai penggerak konektivitas nasional yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Minggu, 1 Maret 2026.
Digitalisasi Lewat ‘The Eye of Tollroad’
Dalam memperkuat pengalaman pengguna, Jasa Marga mengandalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali ini bertindak sebagai “mata” jalan tol yang mengintegrasikan ribuan perangkat deteksi berbasis Intelligent Transportation System (ITS).
Infrastruktur digital ini mencakup lebih dari 3.500 CCTV, 114 titik Incident Management System (IMS), hingga alat sensor berat kendaraan Weigh in Motion (WIM).




