Seluruh data mentah tersebut diolah melalui platform Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) dan disajikan secara real-time kepada pengguna melalui aplikasi Travoy.
Aplikasi Travoy kini diposisikan sebagai asisten digital perjalanan. Pengguna dapat memantau estimasi waktu tempuh, tarif tol, resi digital, hingga mengecek ketersediaan fasilitas di rest area secara akurat sebelum memulai perjalanan.
Baca Juga: Jasa Marga: 157 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek H-10 Idul Fitri 2025
Rest Area Berbasis Lingkungan
Tak hanya soal teknologi di aspal, transformasi Infra as Culture juga menyentuh aspek berkelanjutan di area rehat melalui Travoy Rest. Jasa Marga mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dan penataan ruang terbuka hijau di seluruh rest area miliknya.
Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur tidak hanya berfungsi secara mekanis, tetapi juga membangun nilai hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Melalui budaya kerja “JSMR MOVE” (Modern, Optimistic, Valuable, Excellent), Jasa Marga menargetkan standar layanan yang konsisten di seluruh jaringan operasionalnya.
Memasuki usia hampir setengah abad, Jasa Marga optimistis transformasi digital dan budaya ini akan menjadi fondasi kuat dalam mendukung visi Indonesia Maju 2045, dengan tetap menjaga prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).






