“Alokasi Minyakita yang dikelola ID FOOD diprioritaskan untuk didistribusikan ke outlet Pasar Pantauan, khususnya pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan harga komoditas dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
“Hingga Februari 2026, alokasi Minyakita yang sebelumnya sebesar 17.474 ton dari 16 produsen telah meningkat menjadi 33.273 ton yang kini berproses melalui 68 produsen,” terangnya.
Dengan dukungan saluran distribusi yang menjangkau seluruh provinsi, ID FOOD siap menyalurkan pangan secara langsung kepada masyarakat selama HBKN 2026.
“Distribusi pangan dilakukan secara langsung kepada masyarakat, dengan prioritas pada wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai zona merah dan zona kuning berdasarkan tingkat kerawanan pasokan dan disparitas harga,” jelasnya.
Sebagai instrumen stabilisasi harga, ID FOOD juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 yang akan digelar di lebih dari 420 titik pada 26 cabang ID FOOD.
“Komoditas yang disalurkan meliputi gula, minyak goreng, beras, tepung, serta kebutuhan pokok lainnya, dengan harga mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Pelaksanaan GPM dilakukan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan,” paparnya.
Baca Juga: Sinergi Laut Biru: Menjaga Pesona Bahari Indonesia dari Ancaman Sampah
Selain GPM, pada periode 9 Februari hingga 15 Maret 2026, ID FOOD juga akan menggelar Bazar Sembako ‘ID FOOD Ramadan Fair’ di 94 cabang distribusi.






