URBANCITY.CO.ID – Holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, Indonesia Financial Group (IFG), memperketat pengawasan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di lingkungan internalnya.
Berkolaborasi dengan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), IFG mendorong penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) melalui pendekatan Three Lines Model guna memastikan program sosial perusahaan berjalan akuntabel dan transparan.
Langkah ini dibahas dalam forum strategis FGD Series #3 bertajuk “Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN” yang digelar di Financial Hall, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Forum ini mempertemukan regulator, praktisi GRC, serta perwakilan anak usaha IFG Group untuk menyelaraskan perspektif mengenai manajemen risiko pada aktivitas sosial BUMN.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa penerapan model tiga lini ini merupakan komitmen holding untuk menjadikan TJSL sebagai bagian integral dari strategi bisnis, bukan sekadar pelengkap administrasi.
Baca Juga: Danantara Rampingkan 15 Asuransi BUMN Jadi 3 Entitas, Fokus pada Efisiensi dan Permodalan
Melalui forum ini, IFG bersama BP BUMN mendorong penguatan peran dan fungsi pengendalian di setiap lini dalam pengelolaan TJSL.
“Program TJSL bukan sekadar aktivitas sosial ataupun objek audit, tetapi menjadi strategic value driver yang harus dikelola secara profesional, terukur dan akuntabel serta mampu memitigasi risiko dan membangun kepercayaan dengan stakeholder secara berkelanjutan,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya.



