URBANCITY.CO.ID – Angka ketimpangan di atas kertas perlahan melandai. Ini berat ikhtiar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menambalnya. Hasilnya, bank BUMN ini sukses menyalur Rp15 Triliun ke kantong rakyat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio Gini per September 2025 berada di level 0,363—turun tipis dari periode sebelumnya. Di balik angka-angka statistik itu, ada napas panjang program bantuan sosial (bansos) yang coba menjaga daya beli di akar rumput.
Sebagai salah satu pemain utama di sektor keuangan, Bank Mandiri memikul beban distribusi ini. Sepanjang 2025, bank berlogo pita emas tersebut telah menyalurkan Rp15,1 triliun bantuan dalam bentuk Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Sebanyak 7,45 juta keluarga di 123 kota dan kabupaten menjadi sasaran distribusi yang mengandalkan integrasi data. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan pentingnya akurasi dalam operasi pasar ini.
Baca Juga: Mandiri Sahabatku 2026, Misi Setrum Bank Mandiri di Negeri Beton
“Kami akan terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang terkait langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas, guna memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip, Kamis, 12 Februari.
Distribusi ini bukan perkara gampang. Bank berkode emiten BMRI tersebut harus rajin berselancar di antara pemutakhiran data kementerian dan tantangan distribusi lapangan. Riduan menyebut koordinasi erat dengan pemangku kepentingan adalah kunci agar bantuan tak meleset alamat.




