URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu penetrasi produk kerajinan nasional ke panggung internasional.
Melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Kemenperin memfasilitasi tiga Industri Kecil dan Menengah (IKM) kriya terpilih untuk unjuk gigi dalam pameran Home InStyle 2026 yang akan digelar di Hong Kong pada 27–30 April mendatang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor kerajinan bukan sekadar penopang ekonomi, melainkan representasi identitas bangsa di mata dunia.
Keikutsertaan dalam ajang business-to-business (B2B) bergengsi ini diharapkan menjadi pintu masuk produk lokal ke rantai pasok gaya hidup global.
“Industri kerajinan tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga duta budaya Indonesia di pasar global,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Ekspor Perhiasan RI Melonjak 65 Persen, Kemenperin Dorong IKM Go Global
Kinerja Ekspor Tumbuh 15 Persen
Optimisme pemerintah didorong oleh performa ekspor kerajinan yang terus mendaki. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, nilai ekspor kerajinan Indonesia menyentuh angka USD 806,63 juta. Angka ini melonjak 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 698,62 juta.
“Kinerja ekspor kerajinan yang terus menunjukkan tren positif harus kita jaga dan harus bisa lebih ditingkatkan. Oleh karenanya, pemerintah mendorong IKM agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok global,” kata Reni.




