Pameran Home InStyle sendiri diprediksi akan menarik sekitar 100.000 buyer global. Pada edisi sebelumnya, produk kriya Indonesia berhasil memikat pembeli potensial dari Amerika Serikat hingga Jepang.
Tiga IKM Pilihan: Dari Tenun Baja hingga Batu Mulia
Dalam pameran di Hong Kong nanti, tiga IKM yang telah lolos kurasi ketat akan menempati area strategis Cultural and Creative Avenue. Mereka adalah:
Manamu: Membawa inovasi kerajinan tenun tangan menggunakan kawat baja khas Sumba Timur (lulu amah), memadukan teknik kuno dengan estetika kontemporer.
Baca Juga: Mengintip Inovasi Drone IKM Lokal: Dari Pemetaan Tambang hingga Kargo Udara
Kampoeng Anyaman: Menampilkan produk handmade berbahan daun pandan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Koto Batu: Memamerkan perhiasan natural gemstones yang menonjolkan keindahan batu mulia dengan sentuhan modern.
Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan konsep 3C (Create, Connect, Catalyze) yang diusung balai.
“Partisipasi ini memperkuat ekosistem industri BPIFK melalui konsep 3C, khususnya pada aspek Connect, yaitu memperluas akses pasar ekspor dan jejaring kemitraan internasional,” jelas Dickie.
Selain fasilitasi booth, ketiga IKM tersebut juga mendapatkan paket promosi digital terintegrasi untuk menjangkau pembeli internasional secara lebih efektif melalui platform daring resmi pameran. (*)






