Strategi dan Proyeksi 2025
Melihat ke depan, Christian memprediksi bahwa permintaan semen akan tetap lemah hingga awal tahun 2025, terutama karena musim hujan dan bulan puasa. Namun, ia optimis akan ada kemungkinan permintaan positif sebesar 1%–2% meskipun ada pengurangan anggaran infrastruktur.
“Kami juga melihat bahwa proyek infrastruktur yang sedang berjalan masih akan diselesaikan, termasuk beberapa proyek baru dari sektor komersial dan industri,” katanya.
Program pemerintah, seperti perpanjangan diskon PPN untuk kepemilikan rumah baru dan program tiga juta rumah per tahun, diharapkan dapat menjadi pendorong positif bagi permintaan semen.
“Selama masa yang penuh tantangan ini, kami lebih menekankan kebijakan pengendalian biaya, mengidentifikasi area-area yang biayanya dapat dikurangi tanpa mengorbankan kualitas dan layanan,” jelasnya.
Baca Juga : SIG Pastikan Kualitas Konstruksi Tol Jogja-Solo Demi Kenyamanan Mudik Lebaran 2025
Peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif dan bahan baku alternatif juga menjadi salah satu inisiatif utama tahun 2025, khususnya untuk pabrik di Grobogan dan pabrik sewa di Maros. Kebijakan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga secara ekonomi.
“Akhirnya, kami mengantisipasi lebih cepat dimulainya kembali aktivitas konstruksi pada awal April 2025, karena tahun lalu kegiatan tersebut jatuh pada minggu kedua April, termasuk kondisi yang lebih baik karena cuaca yang lebih kering,” pungkas Christian.