Delegasi Aljazair, yang dipimpin oleh Benhemmouda, menyampaikan ketertarikan mendalam untuk mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam—dua sektor yang juga menjadi prioritas pengembangan di negara gurun itu.
Baca Juga: Jadi Daya Tarik Wisatawan Eropa, Kemenpar Promosikan Keindahan Sumatera Utara
Kesamaan visi ini membuka ruang bagi kolaborasi strategis, di mana pengalaman unik Indonesia sebagai negara maritim dapat melengkapi kekayaan kontinental Aljazair.
“Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” kata Wakil Menteri Pariwisata.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham menekankan bahwa meski kerja sama masih di tahap awal, pertemuan ini menjadi fondasi penting untuk promosi pariwisata berkelanjutan.
Ia melihat potensi besar dalam dukungan kebijakan dari badan legislatif kedua negara, yang bisa menciptakan iklim investasi kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata berdaya saing global.
Baca Juga: Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat, Kemenpar Rilis Kampanye Wisata Lebaran 2025
“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global,” ujar Martini.
Langkah ini tidak hanya tentang angka kunjungan wisatawan, tetapi juga tentang membangun jaringan yang lebih luas di kawasan Afrika Utara, di mana Indonesia bisa belajar dari kekuatan Aljazair sebagai pintu gerbang ke pasar muslim yang potensial.






