Menuju Perjanjian CEPA
Lebih jauh, peluncuran EGP diharapkan menjadi batu loncatan bagi pembentukan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Inggris.
Baca Juga: Menko Airlangga: 2030 Ekonomi Digital Indonesia Bisa Mencapai Rp9.600 Triliun
Saat ini, pelaku usaha Indonesia masih memanfaatkan skema Developing Countries Trading Scheme (DCTS) untuk mendapatkan tarif preferensial di pasar Inggris.
“EGP dapat menjadi awal dari kerja sama ekonomi lainnya di berbagai sektor, termasuk kerja sama pengembangan ekonomi digital, penguatan promosi perdagangan dan investasi kedua negara, serta diharapkan dapat membuka kesempatan untuk pembentukan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA),” kata Roro menambahkan.
Dukungan Aksesi CPTPP
Dalam pertemuan bilateral yang menyusul acara peluncuran tersebut, Roro Esti juga bertemu dengan Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra. Keduanya membahas progres aksesi Indonesia ke dalam perjanjian perdagangan trans-pasifik, CPTPP.
Inggris menyatakan dukungannya terhadap langkah Indonesia dalam forum tersebut sebagai bagian dari integrasi ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: Ekonomi Digital Tumbuh Pesat, Presiden Minta Perlindungan Konsumen Diperkuat
Menteri Seema Malhotra mencatat bahwa fondasi kemitraan kedua negara saat ini telah mencapai nilai hampir GBP 4 miliar. Ia meyakini keberhasilan EGP akan diukur dari dampak konkret bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Inggris dan Indonesia berbagi keyakinan bahwa pertumbuhan harus bersifat berkelanjutan dan inklusif,” ujar Seema Malhotra.






