URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia terus mempererat sinergi perdagangan dengan Singapura guna memuluskan jalan menuju keanggotaan dalam pakta perdagangan lintas pasifik, Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Langkah ini menjadi bagian strategis dari agenda transformasi ekonomi nasional.
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan komitmen tersebut saat bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, di sela-sela The 32nd ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Retreat di Taguig, Filipina, Jumat, 13 Maret 2026.
Wamendag Roro menegaskan bahwa minat Indonesia bergabung dengan CPTPP bukan sekadar soal perluasan pasar, melainkan kesiapan menyelaraskan diri dengan standar perdagangan global yang maju.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Pantau Harga Pangan Batam: Stok Melimpah dan Program Diskon Ritel Berjalan
“Indonesia sepenuhnya mengakui komitmen prinsip Singapura untuk menjaga standar tinggi dan kredibilitas CPTPP. Kami memahami, proses aksesi membutuhkan pertimbangan yang cermat dan disiplin, dan kami menjalankan proses ini dengan serius dan berkomitmen jangka panjang,” ujar Roro dalam keterangan resminya.
Menuju Pembentukan Kelompok Kerja Aksesi
Indonesia telah menunjukkan progres signifikan sejak mengajukan permohonan aksesi pada September 2024. Saat ini, posisi Indonesia dinilai telah selaras dengan Auckland Principles.
Jakarta kini tengah menantikan pertemuan tingkat menteri selanjutnya untuk membentuk Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).




