Baca Juga: Wamendag Roro Esti Tinjau Pasar Summerland Batam: Harga Bapok Stabil dan Puji Transaksi QRIS
Neraca Dagang dan Investasi Strategis
Data Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan kedua negara mencapai USD 24,22 miliar pada 2025, dengan posisi Indonesia mencatatkan surplus.
Ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai USD 13,09 miliar, menjadikan Negeri Jiran sebagai tujuan ekspor terbesar ke-6 bagi Indonesia.
Selain CPTPP, kedua negara sepakat memperkuat investasi pada sektor prioritas melalui Malaysia-Indonesia Investment Committee (MIIC).
Fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur, industri elektronik, farmasi, alat kesehatan, serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Normalisasi Jalur Entikong-Tebedu
Di sektor perdagangan perbatasan, Indonesia tengah mengebut proses ratifikasi Border Trade Agreement (BTA) 2023. Saat ini, draf Peraturan Presiden tengah menunggu penandatanganan kepala negara.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Genjot Ekspor Kepri: Tinjau Industri Kelapa di Bintan dan Elektronik di Batam
Sejalan dengan itu, Wamendag Roro menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas di pos Entikong-Tebedu.
“Indonesia tengah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung operasional Entikong International Cargo Terminal (ICT),” tulis laporan pertemuan tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan memperkuat konektivitas ekonomi di daratan Kalimantan. (*)






