Joint Media Statement yang disepakati bersama pun telah dirilis oleh Panitia ATF 2026 dan Sekretariat ASEAN, menandai langkah konkret menuju pariwisata yang lebih terintegrasi.
Sebagai bagian dari ATF 2026, Indonesia juga memperkuat perannya melalui partisipasi pada ASEAN Travel Exchange (ATF TRAVEX) 2026, bursa pariwisata business-to-business (B2B) utama di kawasan yang berlangsung pada 28–30 Januari 2026 di Mactan Expo Center, Cebu, Filipina.
Baca Juga: Pariwisata Ramah Muslim Dorong Ekonomi Syariah dan Daya Saing Global Indonesia
Paviliun Wonderful Indonesia dengan tema “Go Beyond Ordinary” menjadi magnet, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, serta mitra industri sebagai co-exhibitor.
Sembilan pelaku industri—dari agen perjalanan, tour operator, hingga hotel terkemuka—mempromosikan produk wisata unggulan dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Menyusul tren perjalanan di ASEAN, Indonesia menonjolkan portofolio experience-led tourism, termasuk wisata bahari, kebugaran (wellness), gastronomi, perjalanan premium, serta wisata ramah Muslim (Muslim-friendly tourism).
Sepanjang acara, tercatat potensi penjualan sebesar 10.450 pax paket wisata dengan nilai transaksi mencapai USD 3.277.123 atau setara IDR 55 miliar. Angka ini bukan sekadar statistik; ia menunjukkan bagaimana Indonesia mulai memetik buah dari strategi promosi yang agresif.
Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan Karyawan Pariwisata Bergaji di Bawah Rp10 Juta Sampai 2026






