Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, bersama Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, mendorong para pelaku industri untuk mengintegrasikan prinsip efisiensi energi ke dalam lini produksi.
Manajemen perusahaan yang adaptif terhadap isu lingkungan terbukti mampu menarik minat investor institusional global.
Terutama mereka yang mengutamakan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).
Baca juga:Â Kemenperin Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pengembangan Industri Kerajinan Berbasis Limbah Sawit
Jenis Kemasan botol PET menunjukkan bahwa limbah sebenarnya dapat menjadi sumber daya apabila dikelola secara tepat.
“Ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun sistem ekonomi sirkular yang lebih kuat sekaligus mendukung target penurunan emisi sektor industri, khususnya pada industri minuman,” jelasnya.
Program Pembinaan dan Daya Saing Global
Kemenperin menyelenggarakan serangkaian program pembinaan, workshop strategis, serta pendampingan ahli.
Tujuannya, jelas guna memetakan tantangan dan memperkuat implementasi ekonomi sirkular di sektor minuman.
Para wirausaha urban dan korporasi manufaktur dapat memanfaatkan momentum transisi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Bahkan, dapat memperluas pangsa pasar ekspor.
Sinergi yang solid antara regulator, pelaku industri, dan lembaga riset menjamin terciptanya ekosistem bisnis yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Komitmen kuat terhadap pembangunan industri hijau ini memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat inovasi ekonomi sirkular terkemuka di kawasan Asia Tenggara. (*)




