URBANCITY.CO.ID – Industri keramik Indonesia bidik peringkat empat dunia, tantangan bahan baku mengintai. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing industri keramik nasional sebagai penopang utama sektor riil, terutama properti dan konstruksi.
Dengan kebijakan yang konsisten, industri ini diyakini mampu naik kelas dan menembus jajaran produsen terbesar dunia, meski tantangan seperti ketersediaan bahan baku dari Jawa Barat masih menjadi ganjalan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri keramik nasional memiliki fondasi kuat dengan basis sumber daya alam lokal dan pasar domestik yang luas. Kapasitas produksi terpasangnya mencapai 650 juta meter persegi per tahun, dengan utilisasi diperkirakan 73 persen pada 2025, serta menyerap 150 ribu tenaga kerja.
“Dengan potensi kapasitas dan fondasi tersebut, industri keramik nasional memiliki peluang besar untuk menembus peringkat empat besar produsen keramik dunia, seiring dengan pertumbuhan sektor properti dan konstruksi nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya, dikutip Urbancity, Kamis, 5 Februari 2026.
Pengembangan ini sejalan dengan Asta Cita dan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN), yang dirumuskan berdasarkan filosofi pembangunan nasional sesuai arahan Presiden. “Perumusan SBIN ini berdasarkan prinsip-prinsip yang menjadi filosofi pembangunan nasional, sejalan dengan arahan Bapak Presiden,” ujarnya.




