Putri Ayu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dengan cara unik, yakni menjual jamu sambil bernyanyi, lalu mengunggahnya ke YouTube dan TikTok. Selain pemasaran daring, pasangan ini juga membuka lapak di sejumlah lokasi, termasuk kawasan car free day di Kota Semarang.
Strategi pemasaran juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Agi Sugiyanto, pemilik PT Tradisi untuk Semesta, mengungkapkan pentingnya pemasaran terbatas untuk melindungi produk dari pemalsuan. Menurutnya, produk yang tengah naik daun kerap menjadi sasaran penjiplakan.
“Produk yang booming biasanya cepat dipalsukan. Karena itu kami membatasi pemasaran lewat marketplace, digital marketing, dan telemarketing,” ujar Agi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa promosi melalui media sosial tetap efektif dan relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Diskusi ini memberikan penegasan bahwa minuman tradisional tidak hanya berperan sebagai penunjang kesehatan selama Ramadan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat. ()






