Baca Juga: Bangun Tata Kelola Berintegritas, SKK Migas Gelar FGD Antikorupsi
Gas yang dihasilkan nantinya dialirkan ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta reaktivasi Train F di kilang LNG Bontang untuk keperluan ekspor.
Secara kumulatif, kedua proyek ini menyimpan potensi sumber daya jumbo sebesar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat. Produksi dijadwalkan mulai mengalir pada 2028 dan diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2029.
Efek Berganda dan Konsolidasi Bisnis
Investasi jumbo ini diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Djoko menyebut Managing Director Eni Indonesia telah melaporkan pengumuman FID ini secara resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Saat ini, proses tender pengadaan barang dan jasa serta pembelian komponen jangka panjang (Long Lead Item) tengah berjalan secara paralel.
Baca Juga: SKK Migas – KKKS Gelar Lomba Karya Jurnalistik Hulu Migas 2025
“Dengan nilai investasi tersebut, diperkirakan akan menyerap banyak sekali tenaga kerja, hingga ribuan orang,” kata Djoko.
Menariknya, proyek ini juga akan menjadi aset kunci dalam rencana pembentukan perusahaan baru (NewCo) melalui kerja sama strategis antara Eni dan perusahaan migas asal Malaysia, Petronas.
Entitas baru tersebut ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029, sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang Indonesia. (*)






